| |
Barasuara adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Iga Massardi, TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal). Grup musik ini dikenal dengan lagu-lagunya yang menggebrak. Selain itu Iga Massardi menyatakan bahwa proyek musik ini akan mengusung konsep "menjadi sebenar-benarnya orang Indonesia", artinya mereka akan selalu membuat lagu dengan lirik Bahasa Indonesia.



Artis : Barasuara
Album : Taifun (2015)

1. Nyala Suara
2. Sendu Melagu
3. Bahas Bahasa
4. Hagia
5. Api dan Lentera
6. Menunggang Badai
7. Tarintih
8. Mengunci Ingatan
9. Taifun

Nyala Suara

Baramu padam, baramu padam
Lara menyala tanpa suara

Bara dalam sekam

Kala merdeka ada suara
Riak melebur, peluh membaur

Karam dalam diam

Karam dalam bara dalam sekam


Sendu Melagu

Semua yang kau rindu
Semua menjadi abu
Langkahmu tak berkawan
Kau telah sia siakan

Waktu yang kau tahu
Waktu yang berlalu
Ingatmu kau merayu
Ingatnya kau berlalu

Sendu melagu


Bahas Bahasa

O! Itu tak kau lihat tak kau ragu
Peluh dan peluru hujam memburu
Bahasamu bahas bahasanya
Lihat kau bicara dengan siapa

Lidah kian berlari tanpa henti
Tanpa disadari tak ada arti
Bahasamu bahas bahasanya
Lihat kau bicara dengan siapa

Makna – makna dalam aksara
Makna mana yang kita bela

Berlabuh lelahku
Di kelambu jiwamu


Hagia

Sempurna yang kau puja dan ayat-ayat yang kau baca
Tak kurasa berbeda, kita bebas untuk percaya

“Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”


Api dan Lentera

Lepaskan rantai yang membelenggu
Nyalakan api dan lenteramu

Sampaikan mereka bara dan suara

Berlalu, lalu kini kau menunggu
Serap seram di pundakmu
Lambat laun kan menari, kan berlari

Memori yang dulu kau hapuskan akan berlari
Saranku kau berhenti menyiksa diri
Waktu yang akan mengobatimu
Yang kau perlu kau mendewasakan itu

Kita kan pulang dengan waktu yang terbuang
Dan kenangan yang berjalan bersama


Menunggang Badai

Di dalam mu dendam parah bersarang
Perih mencekam, perih mencekam
Pedih bersulang, pedih bersulang
Lara bersarang, lara bersarang

Dalam peraduan dendam mu meragu
Dalam perasaan diam mu memburu
Dalam kesunyian geram mu bertalu
Dalam keraguan lantas kau berseru


Tarintih

Keras serapah dari semua yang kau tahu
“Apapun yang kan kamu cari adalah bisikanku”
Tak engkau ingat tajam hujam aksaramu
“Tak kau tahu kau mau sandarkan di bahuku?”

Bertabur buih air mata yang terluka
Belati itu belati tebar pedih tebar perih
Berbunga bunga ketika lihatmu ada

Menari nari merintih redam sedih redam sedih

Terlambatkah sudah, surga di telapak kakimu?


Mengunci Ingatan

Sembuhkan lukamu yang membiru
Serpihan hatimu yang berdebu

Pagimu yang terluka
Malammu yang menyiksa
Hal yang ingin kau lupa
Justru semakin nyata

Mengunci ingatanmu
Menahan masa lalu
Memori yang membisu
Harapan yang berdebu


Taifun

Di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati atau berhenti berlari
Tawamu lepas dan tangis kau redam di dalam mimpi yang kau simpan sendiri

Sumpah serapah yang kau ucap tak kembali
Tak kembali

Semua harap yang terucap akan kembali
Akan kembali

Saat kau menerima dirimu dan berdamai dengan itu
Kau menari dengan waktu tanpa ragu yang membelenggu

Sumber:
wikipedia.com
barasuara.com
Share:

G+1

Howdy, I'm @ridhomfirdaus

Seorang blogger, designer serta founder incsomnia, sebuah jasa pembuatan design dan website. Berstatus sebagai mahasiswa Jurusan KPI UIN Bandung dan dewan redaksi majalah jurusan yaitu Dejavu Magazine. Terimakasih atas kunjungan sahabat di blog sederhana ini. Silahkan simpan link website/blog sahabat atau mengisi buku tamu di sini agar bisa saling bersilaturahim. Terimakasih.
tukar link Guestbook

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to Top